3 Prinsip Dasar dalam Dunia Entrepreneurship

Written by:

Pada saat kita memulai sebuah inovasi (new product development), kadang kadang kita dituntut untuk segera menghasilkan pendapatan (revenue). Padahal kita tahu, akan memerlukan waktu sebelum akhirnya sebuah inovasi menghasilkan.

Itupun kalau menghasilkan uang, karena pada saat berinovasi kita kadang kala berhasil, kadang kala gagal (still, you have to innovate anyway, because the risk of not innovating at all is much bigger!).

Jadi gimana dong? Well, mari kita simak cerita nyata dari founder dan creator LinkedIn.

Namanya Reid Hoffman, dia adalah founder dan creator LinkedIn, sebuah social media platform yang paling popular untuk para profesional.

Dari awal Reid berpendapat (which I fully agree) bahwa setiap profesional harus menjadi CEO dari kariernya sendiri.

Bahwa setiap profesional harus investasi sendiri untuk Riset and Development bagi kariernya (Continuous Learning), dan mereka harus menginvestasikan waktu, energi dan uang dari sebagian revenue mereka (gaji yang mereka terima setiap bulan).

Maka sebagai CEO (of their own career) mereka juga harus marketer dari karier mereka sendiri.

Di sinilah Reid melihat peluang tentang kebutuhan adanya sebuah plaform di mana para profesional akan “menjajakan” dirinya (atau tepatnya menjajakan competence mereka), dan di mana para perusahaan akan berusaha menemukan profesional dengan competence yang relevant untuk kebutuhan mereka.

Di sini terlihat bahwa Reid sudah mempunyai ide yang bagus pada awalnya. Namun dia harus menjual idenya dan menawarkan kepada para investor.

Sayangnya pada awalnya semuanya meragukan bahwa ide Reid akan bisa menjadi sebuah bisnis yang menghasilkan revenue yang besar.

Semua mempertanyakan apakah value yang akan diberikan Reid kepada subscribernya dan berapa revenue yang akan dihasilkan.

Reid bersikeras bahwa revenue itu bukan prioritasny sekarang. Dia berpendapat bahwa dalam bisnisnya ketiga tahapan yang penting adalah Growth, Engagement dan Revenue.

Artinya dia harus mencari customer atau subscriber sebanyak banyaknya dulu, membuat mereka mempunyai keterikatan emosional yang tinggi dan setelah itu barulah revenue akan datang.

Dan di sinilah Reid dites dan diuji. Karakter pertama yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur adalah persistence, perserverance, kegigihan, keuletan, tahan banting atau keukeuh!

Dan Reid pun meneruskan perjuangannya, menjual ideanya, mencari investor yang akan mengucurkan dananya untuk ide bisnis ini.

The rest is history! Sekarang LinkedIn sudah berhasil menjadi platform yang digunakan oleh hampir semua profesional.

Sebagian besar perusahaan juga menggunakan LinkedIn untuk mencari kandidat untuk posisi posisi penting di perusahaan.

Growth sudah tercapai, Engagement sudah terbangun, dan tentu saja Revenue pun mengalir deras!

Dalam sebuah interview, Reid Hoffman, menyampaikan 3 kunci keberhasilannya dalam perjalanannya sebagai seorang entrepreneur …

1. Eksekusi Ide Terbesarmu!

Coba pikirkan beberapa ide untuk bisnis anda. Terutama ide yang benar benar bisa menjadi solusi untuk masalah besar yang dihadapi calon customer anda.

Pikirkan dari kacamata “must have” (harus dipunyai untuk menyelesaikan masalah terbesar mereka) dan bukannya yang “nice-to-have” (sesuatu yang ok kalau kita punya tapi kalo enggak juga gak apa apa).

Banyak perusahaan yang punya masalah mencari kandidat dengan profile yang cocok. Dan banyak executive yang juga ingin mengetes market dan menjajakan competence nya. Dua masalah inilah yang dijdikan oleh LinkedIn sebagai ide awal dari bisnis mereka.

Dan kemudian implementasikan ide anda yang paling besar (yang akan membawa manfaat terbesar bagu customer anda, dan akan bisa membawa impact kepada banyak perusahaan atau individual).

2. Bangunlah Sebuah Diferensiasi yang Radikal

Sejak awal, anda sudah harus memikirkan apakah yang akan membedakan product anda dengan yang lainnya.
Saya menyebutnya sebagai extreme differentiator (bukan hanya differentiator).

LinkedIn berbeda dari yang lain karena mereka khusus digunakan oleh para profesional executive untuk me-market-kan profesional skills mereka.

Data base mereka juga luar biasa besar. Dan mereka mempunyai algoritma yang canggih dan super cepat untuk search engine mereka.

You have to think what is your extreme differentator, why your customer will choose you (and eventually will pay you).

3. Luncurkan Segera ke Pasar

Jangan menunggu product anda untuk menjadi sempurna! Luncurkan product anda ke market, pelajari kekurangannya, perbaiki! luncurkan lagi.

Lakukan itu berulang ulang agar product anda semakin baik. Kalau anda menunggu product yang sempurna, dan anda menunda-nunda, competitor anda akan lebih cepat dan lebih dulu daripada anda.

Launch, learn, improve and re-launch. Do it repetitively! Jadi ingat ya, the 1-2-3 rules of Entrepreneurship yang kita pelajari dari LinkedIn …

  1. Eksekusi Ide Terbesarmu!
  2. Bangunlah Sebuah Diferensiasi yang Radikal
  3. Luncurkan Segera ke Pasar

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *