Inovasi Bisnis Ekstrim ala Zaman Now

Written by:

Hari Sabtu pagi itu kami sarapan di sebuah kafe yang lagi happening di daerah Rasuna Said. Saya bersama istri, anak-anak dan seorang keponakan saya (yes, sometimes I also eat with family, not only with the beautifull ladies).

Dan pada saat waktunya membayar bill, keponakan saya pun terkejut,”Gila! Empat Mie instant aja bisa 200 ribu?”

Which is true, di kafe itu kami makan mie instant rebus dengan menu, rasa, varian dan topping yang sangat innovative, dan harganya pun mahal. Dan tidak ada yang complain.

Malah pengunjungnya terus menerus datang, meskipun harganya sangat mahal (untuk ukuran sebuah mie instant). Tentu saja caffe itu menyediakan hal hal lain selain mie instant (suasana, music, atmosphere …etc).

Inilah situasi jaman NOW! Di mana kita hidup di area of extreme innovations! Yang laku adalah yang sangat murah, atau yang sangat mahal. It is very difficult to sell anything in between.

Dan ternyata itu tidak hanya masalah mie instant. It is about everything in our life. Kita bahas beberapa contoh di bawah ini…

a) Beberapa budget airlines seperti Air Asia dan Lion Air sukses luar biasa karena menjual tiket pesawat dengan harga murah. Tetapi Emirates dan Qatar juga sukses terus dengan menjual bisnis classnya yang mahal. Saya tahu di airlines itu kalau naik First Class, tas toiletterie nya bermerek Bvlgari dan dibagikan gratis ke penumpang. Justru airlines yang nanggung (termasuk beberapa airlines negara-negara tetangga kita) yang saat ini bisnisnya agak tersendat sendat dan merugi.

Again, murah banget atau mahal banget, ini salah satu prinsip dasar dalam bisnis.

b) Dulu banyak gedung bioskop. Waktu kemudian banyak yang menjual DVD bajakan yang sangat murah, banyak yang meramalkan bahwa gedung bioskop akan tutup semua. Tetapi ternyata XXI terus berjaya. Jadi yang laku adalah yang sangat murah (DVD bajakan) atau XXI (gedung bioskop yang lux).

c) Di dekat kantor saya pagi pagi, kami hanya punya dua pilihan. Kopi pinggir jalan yang lima ribu rupiah (pake gelas plastic), atau yang lima puluh ribu rupiah. Again, murah banget atau mahal bange, nothing in between!

Dan banyak contoh contoh lain. What does this means? We live in the era of extreme innovations.
Kita hanya punya dua pilihan …

Pertama, terus menerus berinovasi menghasilkan premium product yang akhirnya bisa kita jual mahal.
Contohnya Iphone, Starbucks, Emirates …etc.

Pilihan kedua adalah tidak mampu berinovasi dan akhirnya product kita menjadi commodity dan lama lama product kita hanya kita bisa jual lebih murah dan lebih murah lagi.

Those are the only 2 choices that you have. Saya yakin kita semua ingin memilih pilihan pertama. Tetapi ini tentu saja berhubungan dengan kemampuan sebuah organisasi untuk berinovasi. Innovation is an organizational capability, and it is not an individual competence. Jadi jangan berharap bahwa bisnis atau perusahaan anda bisa berinovasi kalau yang mampu berinovasi hanyalah beberapa orang atau beberapa departement saja. Innovasi harus melihatkan semua orang di seluruh organisasi.

Dan itulah mengapa salah satunya tugas penting CEO, HR Director, Board of Directors dan seluruh leaders adalah mengembangkan budaya inovasi di seluruh perusahaan.

Kalau tidak, lama lama product anda akan menjadi commodity, harganya akan turun terus menerus, dan itu berarti company profitability akan menukik tajam!

Terus bagaimana menghasilkan product product yang innovative? Kita ikuti kelima langkah di bawah ini ….

1. Buatlah Sesuatu yang Berbeda

Pada saat mengembangkan product product tersebut, pikirkan apa yang akan menjadi differentiators (keunggulan) product anda dibandingkan dengan product product lain. Apa yang akan dipunyai product anda dan tidak dipunyai product lain.

  • Ataukah keunggulan secara product , misalnya variasi cita rasa pada mie instan di contoh di atas?
  • Ataukah pelayanan yang hebat, seperti Starbuck?
  • Ataukah pretige dan image bagi pelanggan anda, seperti mobil Mercedes atau BMW? Atau apa?

You need to have one (extremely) strong differentiator, yang akan membuat customers ada mau membeli product anda (dengan harga yang jauh lebih mahal), dibandingkan dengan morning product lain yang sejenis.

2. Pahami Target Utama Pelanggan Anda

Anda tidak bisa menjual product anda kepada semua orang. Target customer dan customer segmentasinya harus jelas, agar anda juga dapat mengembangkan product yang benar benar mereka butuhkan.

Biasanya ada dua kategori product, “nice-to-have” dan “must-have”. Yang “must-have” adalah yang akan benar benar menyelesaikan masalah besar yang dihadapi customer anda . Konsentrasikan fokus anda pada kategori ini.

3. Segera Luncurkan!

The next step adalah untuk meluncurkan product anda secepat mungkin. Jangan berharap product anda akan has perfect. This is about speed , or otherwise someone else will launch first before you, and you will lose your most competitive advantage, time!

4. Belajar dan Perbaiki

Memang anda bisa launch product anda dengan cepat dan tidak usah menunggu sempurna. Tetapi anda juga harus bersia siap untuk mempelajari dan menganalisa bagaimana reaksi dan feedback customer anda.

Observe, wath, learn and study them? Mengapa ? Karena anda harus memperbaikinya terus menerus berdasarkan feedback customer anda.

5. Lanjutkan dengan Perbaikan Berkala

Pada saat ini, mestinya product anda mulai stabil, matured dan grow pelan pelan, profitability mulai kelihatan.
Jangan lengah. Sehebat apapun product anda, lama lama popularitasnya akan turun juga. Sebelum terlambat, anda harus sudah memikirkan product anda berikutnya, berinovasi lagi, dan mengulangi langkah 1 sampai ke lima di atas.

So , remember, this is how you can lead an innovative organition ….

  1. Ciptakan sebuah Pembeda – Keunggulan
  2. Pahami Target Pelanggan
  3. Luncurkan produk Anda Segera
  4. Belajar dan Perbaiki
  5. Lanjutkan dengan Perbaikan Berkala

Salam Hangat.
Pambudi Sunarsihanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *