Berikut kisruh proyek infrastruktur di Indonesia yang mana dengan dana sangat besar, tapi hanya menguntungkan sebagian kecil pihak saja. Bahkan para sub-kontraktor yang digandeng pihak pemerintah seringkali telat bayar yang menyebabkan sulitnya keuangan para kontraktor swasta.

Dengan total investasi yang sangat besar, yakni mencapai Rp 4.000 Triliun, semuanya didominasi oleh perusahaan plat merah karya yang hanya berjumlah 8 perusahaan.

“Besar sekali Rp 4.000 Triliun. Tapi kemudian itu hanya dibagi 8 kontraktor (BUMN) sementara ada 140.000 kontraktor (swasta) kebagian kuenya hanya kurang lebih 40 persen. Kan ini timpang,” kata Bambang di Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (14/3).

Dia menambahkan, selama ini swasta banyak yang hanya sebatas dijadikan sebagai sub kontraktor dengan pembayaran yang tidak tepat waktu. “Bahkan swasta nasional sempat bangkrut karena tidak dibayar bayar saat jadi sub kontraktor BUMN. Itu yang di asosiasi dapat laporan dari teman-teman di daerah seperti itu,” imbuhnya.

Coba baca berita ini. Ngeri nggak? Aneh kan? Di tengah pembangunan infrastruktur yang ekspansif, perusahaan Konstruksi swasta justru bangkrut luar biasa banyaknya karena sebagian belum dibayar sama BUMN karya. Jumlahnya mencengangkan. ini sumber beritanya. sengaja saya lampirkan dari banyak sumber, supaya kita dapat percaya bahwa masalah ini diendus dan disiarkan berbagai media. bukan media yang oposisi kepada rezim ini saja.

Masalah makin runyam ternyata BUMN karya sendiri juga kesulitan mengelola keuangannya. cash flow operasional banyak yang negatif sampai kwartal 3 2018 ini sehingga harga sahamnya terjun bebas di bursa. Semua karena proyek infrastruktur yang dibangun BUMN Karya banyak bersifat Turn Key Project. BUMN karya harus menalangi dana pembangunan sampai proyek selesai dan diserahkan ke pemilik proyek. BUMN karya jadi kesulitan cash flow, sub kontraktor swastanya jadi bertumbangan karena telat dibayar.

Realitas ini harus kita hadapi, jangan justru denial, menolak untuk menerima kenyataan sambil menuding ini berita pelintiran, bermotif politik dst. Ini tidak ada urusannya sama sekali dengan politik. ini kenyataan di sektor real, bisnis konstruksi dan menyangkut hidup dan periuk nasi pekerja2 di perusahaan konstruksi.

Juga jangan berpikir bahwa yang mempersoalkan kebijakan perencanaan dan anggaran infrastruktur yang diimplementasikan pemerintah saat ini adalah mereka yang anti pembangunan infrastruktur. Bukan begitu. Infrastruktur penting untuk dibangun namun bagaimana strategi perencanaan dan pendanaannya? Ini yang dipersoalkan dan perlu didiskusikan secara serius.

BUMN karya gagal telat bayar kontraktor swasta
Ilustrasi kisruh BUMN karya dan kontraktor swasta

Silahkan dinilai sendiri kondisinya. Berikut semua link beritanya:

Inews

https://www.google.com/amp/s/www.inews.id/finance/amp/puluhan-ribu-kontraktor-swasta-bangkrut-karena-tidak-dibayar/74099

Okezone

https://www.google.com/amp/s/economy.okezone.com/amp/2018/03/14/470/1872766/37-000-kontraktor-swasta-bangkrut-dalam-3-tahun-gara-gara-tak-dibayar-hingga-no-job

CNBC Indonesia

https://www.cnbcindonesia.com/news/20180314174450-4-7260/bumn-karya-terlalu-dominan-50-kontraktor-swasta-tutup

Liputan 6

https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/3373787/banyak-kontraktor-swasta-bangkrut-karena-telat-dibayar

Viva.co.id

https://www.google.com/amp/s/m.viva.co.id/amp/berita/bisnis/1020196-bumn-monopoli-proyek-ribuan-kontraktor-swasta-bangkrut

Kompas

https://kompas.id/baca/utama/2018/03/14/37-000-kontraktor-swasta-gulung-tikar/

Tirto

https://tirto.id/utang-menggunung-bumn-konstruksi-peluang-atau-bencana-cJxN

Tribunnews

http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/12/07/ambruknya-saham-saham-emiten-bumn-konstruksi-di-lantai-bursa

Untuk kita renungkan, terutama untuk pendukung petahana. Sumber kutipan utama: Merdeka.com